Di sini aku adalah larva
Pada tanah basah yang tersiram embun
Uap yang tanpa bentuk tapi lembab saat sampai di tanah dasar
Aku baru jatuh dari daunku
tempat bertengger sebbelum kini
Tempat ibu serta ayah memberi ruang yang layak huni bagi hidup
Agar tetesan telur telur cukup makan cukup tidur
telah pada jalanku kini merangkak
Bagi seonggok hidup yang bertujuan
Jalanku sudah berbeda, mungkin kemudahan adalah musuhnya
dan kesulitan adalah karibnya
Sebab aku bukan lagi makhluk berjantung
Tapi tetap kupikir untung karena aku diberi hidup
jalanku memang berbeda
tapi aku tau, itu lurus dengan hanya dua belokan
Jadi tak perlu kau petakan
Sebab aku sudah tau tujuan

Dan aku masih tetap larva
Entah untuk berapa lama
Sebelum evolusi memberi aku bentuk pasti
Hari disaat aku bersayap hingga mampu terbang tinggi
Dan warnaku si Merah Delima,
Seperti batu permata
karna itulah tujuanku kelak ; Merah Delima
Hiasan bagi pemakainya, sakral bagi si empunya
Tak mengertikah kamu?
Jalanku memang berbeda, tapi jangan khawatirkan aku
apalagi menagisi lakuku, sebab aku telah belajar berdiri pasti
dan kelak aku akan terbang tinggi
adakah engkau mengerti?
Tinggal kini aku masih sendiri, pada jatuhku di tanah basah
Adakah larva lain di sini?
Temani akuu, sebab sebenarnya aku takut sendiri.....
#Tabularasa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar