Rabu, 07 Oktober 2015

Pada Mimpi Si Merah Delima


Di sini aku adalah larva
Pada tanah basah yang tersiram embun
Uap yang tanpa bentuk tapi lembab saat sampai di tanah dasar


Aku baru jatuh dari daunku
tempat bertengger sebbelum kini
Tempat ibu serta ayah memberi ruang yang layak huni bagi hidup
Agar tetesan telur telur cukup makan cukup tidur

telah pada jalanku kini merangkak
Bagi seonggok hidup yang bertujuan

Jalanku sudah berbeda, mungkin kemudahan adalah musuhnya
dan kesulitan adalah karibnya
Sebab aku bukan lagi makhluk berjantung
Tapi tetap kupikir untung karena aku diberi hidup

jalanku memang berbeda
tapi aku tau, itu lurus dengan hanya dua belokan
Jadi tak perlu kau petakan
Sebab aku sudah tau tujuan


Dan aku masih tetap larva
Entah untuk berapa lama
Sebelum evolusi memberi aku bentuk pasti
 Hari disaat aku bersayap hingga mampu terbang tinggi
    Dan warnaku si Merah Delima,
Seperti batu permata
karna itulah tujuanku kelak ; Merah Delima
Hiasan bagi pemakainya, sakral bagi si empunya

Tak mengertikah kamu?
Jalanku memang berbeda, tapi jangan khawatirkan aku
apalagi menagisi lakuku, sebab aku telah belajar berdiri pasti
dan kelak aku akan terbang tinggi

adakah engkau mengerti?
Tinggal kini aku masih sendiri, pada jatuhku di tanah basah
Adakah larva lain di sini?
Temani akuu, sebab sebenarnya aku takut sendiri.....



#Tabularasa